Model AI generasi berikutnya yang sangat dinantikan oleh Meta, yang secara internal dikenal sebagai “Avocado,” telah ditunda lagi, dilaporkan hingga Mei. Kemunduran ini menggarisbawahi ketatnya persaingan dalam lanskap AI yang berkembang pesat, di mana perusahaan-perusahaan seperti Google, OpenAI, dan Anthropic terus bergerak tanpa henti.
Kekurangan Kinerja
Menurut sumber yang dikutip oleh The New York Times, model Meta saat ini berkinerja buruk di bidang-bidang utama seperti penalaran, pengkodean, dan penulisan ketika dibandingkan dengan pesaingnya. Meskipun ada investasi besar—termasuk kepemilikan $14,3 miliar di startup AI milik Alexandr Wang—model ini belum memenuhi standar internal.
Investasi Besar-besaran, Hasil Tertinggal
Meta telah meningkatkan belanja AI-nya secara dramatis, memproyeksikan peningkatan dari $72 miliar tahun lalu menjadi antara $115 miliar dan $135 miliar tahun ini. Komitmen finansial ini belum menghasilkan peningkatan kinerja model yang sebanding, dengan Gemini 3 dari Google, GPT-5 dari OpenAI, dan Claude Code and Cowork dari Anthropic secara konsisten melampaui pengembangan Meta.
Langkah Strategis di Tengah Persaingan
Meskipun pengembangan internal masih tertinggal, Meta secara bersamaan melakukan akuisisi strategis. Yang paling penting, perusahaan ini membeli Moltbook, platform media sosial yang dirancang khusus untuk bot AI. Langkah ini menunjukkan bahwa Meta melakukan lindung nilai dengan berfokus pada aplikasi sosial berbasis AI sambil berupaya meningkatkan model dasarnya.
Penundaan Meta yang berulang kali menyoroti sulitnya bersaing di AI yang terdepan. Perusahaan menghadapi saat yang kritis: mempercepat pengembangan atau berisiko semakin tertinggal dari para pemimpin industri.
Perlombaan senjata AI tidak melambat, dan posisi Meta di pasar akan bergantung pada kemampuannya untuk menutup kesenjangan kinerja dan memanfaatkan peluang baru di bidang AI.
