Iran Mematikan Internet di Tengah Protes yang Meluas

14

Iran telah secara efektif memutus akses internetnya ketika protes meningkat di seluruh negeri, menurut beberapa perusahaan pemantau keamanan siber. Penutupan ini dimulai pada hari Kamis dan menunjukkan pemutusan hubungan yang hampir total dengan dunia luar, hal ini dikonfirmasi oleh para peneliti di Miaan Group, Kentik, NetBlocks, Cloudflare, dan IODA.

Krisis Ekonomi Memicu Kerusuhan

Protes tersebut dipicu oleh krisis ekonomi yang parah: mata uang Iran anjlok, menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga. Beberapa bisnis di Teheran telah tutup selama lebih dari sepuluh hari, yang menunjukkan besarnya gangguan yang terjadi. Ini bukan sekedar masalah ekonomi; Hal ini merupakan tanda meningkatnya rasa frustrasi masyarakat terhadap cara pemerintah menangani krisis ini.

Tanggapan Pemerintah: Pemadaman Total

Pemerintah Iran, yang terkenal dengan kontrol internetnya yang ketat, diyakini bertanggung jawab atas penutupan tersebut. Menurut Amir Rashidi, seorang peneliti keamanan siber Iran, pemadaman ini adalah tindakan yang disengaja untuk menekan perbedaan pendapat. Waktunya – bertepatan dengan puncak aktivitas protes – bukanlah suatu kebetulan. Memutus akses internet mempersulit pengunjuk rasa untuk berorganisasi, berbagi informasi, dan mengoordinasikan aksi.

Implikasi dari Pemutusan Hubungan

Penutupan ini mempunyai dampak yang signifikan:

  • Kontrol Informasi: Pemerintah kini dapat mengontrol narasi secara ketat dan membatasi pelaporan eksternal.
  • Penindasan Perbedaan Pendapat: Mengorganisir protes menjadi jauh lebih sulit tanpa komunikasi online.
  • Dampak Ekonomi: Semakin menggoyahkan perekonomian yang sudah rapuh dengan menghambat transaksi bisnis dan keuangan.

Situs web Kementerian Luar Negeri Iran tidak dapat diakses pada saat laporan ini dibuat, hal ini menunjukkan adanya upaya terkoordinasi untuk mengisolasi negara tersebut secara digital.

Penutupan ini merupakan ilustrasi nyata bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan kontrol internet untuk menekan perbedaan pendapat dan mempertahankan kekuasaan. Konsekuensi jangka panjang terhadap perekonomian dan masyarakat sipil Iran masih harus dilihat.