Pengecer Melacak Setiap Gerakan Anda: Laporan Spam Black Friday Mengungkap Pengumpulan Data Tersembunyi

17

Laporan baru dari penyedia email terenkripsi Proton mengungkapkan bahwa 80% pengecer besar menyematkan mekanisme pelacakan tersembunyi di email pemasaran mereka, memantau apakah Anda membukanya, perangkat apa yang Anda gunakan, dan apakah Anda mengeklik tautan. Praktik ini lebih dari sekadar pemasaran sederhana; ini adalah kumpulan data pengguna yang sistematis yang dirancang untuk menyempurnakan penargetan spam dan memaksimalkan keterlibatan.

Bagaimana Pengecer Mengawasi Anda

Penelitian yang dilakukan selama 28 hari termasuk akhir pekan Black Friday ini mengamati lebih dari 50 pengecer besar yang memiliki toko online dan fisik. Server Proton Mail memindai email masuk untuk mencari domain pelacakan dan tanda tangan piksel yang diketahui, mengidentifikasi perusahaan mana yang secara aktif memantau perilaku pengguna. Temuan ini menunjukkan perbedaan yang jelas: beberapa merek secara agresif melacak pembukaan dan klik, sementara merek lainnya menghindari praktik serupa sama sekali.

Yang “Terburuk dari yang Terburuk” vs. Yang “Paling Hormat”

Proton mengkategorikan pengecer ke dalam empat tingkatan berdasarkan frekuensi pelacakan dan volume email yang dikirim. CB2, Anthropologie, Victoria’s Secret, VS Pink, dan Crate & Barrel diidentifikasi sebagai “pelanggar terburuk”, dengan sering mengirimkan email berisi tautan pelacakan. Sebaliknya, Nike, Bass Pro Shops, H&M, New Balance, dan Burlington menonjol sebagai pengirim yang “paling terhormat”, dan sepenuhnya menghindari pelacak selama periode pemantauan.

Laporan tersebut mencatat bahwa pelacak agresif tersebut bukan suatu kebetulan; mereka sengaja direkayasa untuk mengumpulkan data pengguna agar spamming lebih efektif.

Mengapa Ini Penting: Erosi Privasi Email

Ini bukan hanya tentang email pemasaran yang mengganggu. Meluasnya penggunaan piksel pelacakan dan tautan yang disematkan mengikis privasi konsumen, memungkinkan pengecer membuat profil terperinci berdasarkan perilaku online Anda. Data ini dapat digunakan untuk iklan bertarget, penetapan harga yang dipersonalisasi, dan bahkan dijual ke pihak ketiga. Temuan ini memperkuat kekhawatiran yang semakin besar mengenai bagaimana perusahaan mengeksploitasi data pribadi tanpa persetujuan yang transparan.

“Kotak masuk telah menjadi saluran bervolume tinggi dan ramai tempat merek berebut perhatian sambil mengumpulkan data secara diam-diam di setiap pembukaan… Ini bukan suatu kebetulan — ini adalah serangan terencana terhadap perhatian dan privasi Anda.” — Anant Vijay Singh, Kepala Produk Proton Mail

Apa yang Dapat Anda Lakukan?

Melindungi data Anda memerlukan tindakan proaktif. Layanan seperti Proton Mail dan DuckDuckGo menawarkan perlindungan pelacakan yang ditingkatkan, memblokir banyak alat pengawasan tersembunyi ini. Bagi mereka yang mencari penghapusan data yang lebih agresif, layanan seperti Operty dapat membantu menghapus informasi Anda dari berbagai database. Temuan ini menggarisbawahi perlunya konsumen menyadari bagaimana data mereka dikumpulkan dan digunakan, dan mengambil langkah-langkah untuk mendapatkan kembali kendali atas privasi digital mereka.

Kenyataannya jelas: sebagian besar pengecer memprioritaskan pengumpulan data dibandingkan privasi pengguna, dan konsumen harus secara aktif membela diri terhadap pengawasan diam-diam ini.