Mendengarkan Kehidupan: Bagaimana AI Dapat Merevolusi Deteksi Dini Penyakit Jantung

7

Sebuah terobosan dalam teknologi medis akan segera mengubah suara sederhana menjadi alat diagnostik yang dapat menyelamatkan nyawa. Startup Australia Sonorus sedang mengembangkan algoritme bertenaga AI yang dirancang untuk mengidentifikasi tanda-tanda penyakit jantung rematik (RHD) dengan menganalisis suara jantung—yang berpotensi mendeteksi kondisi tersebut jauh sebelum metode tradisional dapat mendeteksinya.

Ancaman Senyap: Memahami RHD

Untuk memahami pentingnya teknologi ini, kita harus melihat dampak buruk dari penyakit jantung rematik. RHD disebabkan oleh peradangan setelah infeksi Strep A, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung.

Skala masalahnya sangat penting:
Dampak Global: Sekitar 55 juta orang terkena dampaknya di seluruh dunia.
Kematian: Penyakit ini merenggut sekitar 360.000 nyawa setiap tahunnya.
Ketimpangan: Ketimpangan ini secara tidak proporsional berdampak pada komunitas sosial ekonomi rendah, termasuk penduduk Pribumi di Australia dan Amerika Serikat, serta wilayah di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

Tragedi RHD terletak pada perkembangannya. Meskipun penyakit ini dapat ditangani sejak dini dengan penisilin yang murah, deteksi stadium akhir sering kali memerlukan pembedahan jantung terbuka yang rumit. Saat ini, sebagian besar pasien tidak mencari pertolongan sampai mereka mengalami gejala parah seperti nyeri dada atau sesak napas, yang seringkali kerusakannya tidak dapat diperbaiki lagi.

Menjembatani Kesenjangan: AI vs. Diagnostik Tradisional

“Standar emas” saat ini untuk mendiagnosis masalah jantung adalah ekokardiogram (USG). Meskipun sangat akurat, ekokardiogram memiliki dua kelemahan utama yang ingin diatasi oleh Sonorus: biaya dan aksesibilitas.

Mesin ultrasound dapat berharga antara $10.000 dan $20.000, dan memerlukan spesialis yang sangat terlatih untuk mengoperasikannya. Hal ini membuat pemeriksaan massal di daerah terpencil atau kurang terlayani hampir tidak mungkin dilakukan.

Sonorus menawarkan pendekatan berbeda:
* Deteksi Dini: Saat dokter menggunakan stetoskop untuk mendengar kerusakan yang sudah ada, AI Sonorus mencari “penanda pendahulu”—pola akustik halus yang tidak terlihat oleh telinga manusia—yang memberi sinyal bahwa masalah akan datang.
* Portabilitas dan Keterjangkauan: Startup ini bertujuan untuk membuat perangkat dengan harga di bawah $700 (AU$1.000), menjadikannya alat yang layak untuk penyaringan massal.
* Triase, Bukan Penggantian: Tujuannya bukan untuk menggantikan dokter, namun berfungsi sebagai alat skrining dengan efisiensi tinggi. Dengan mengidentifikasi individu berisiko tinggi sejak dini, AI memungkinkan para profesional medis untuk memfokuskan keahlian mereka pada kasus-kasus yang paling membutuhkannya.

Dari Apartemen Dua Kamar Tidur hingga Ambisi Global

Perjalanan Sonorus dimulai pada tahun 2022, lahir dari kolaborasi antara CEO Dr. Julie Dao, seorang PhD kesehatan kardiovaskular, dan CTO Leah Martínez, seorang insinyur. Apa yang dimulai sebagai sebuah “ide gila” yang dikerjakan di sebuah apartemen kecil telah berkembang menjadi prototipe yang berfungsi penuh yang didukung oleh akselerator akademis seperti Monash University.

Tantangan terbesar perusahaan saat ini adalah akuisisi data. Dalam dunia kecerdasan buatan, suatu algoritma hanya akan efektif jika data yang digunakan untuk melatihnya. Untuk memastikan kelayakan klinis, Sonorus berupaya membangun kumpulan data suara jantung berkualitas tinggi dan terverifikasi secara klinis terbesar di dunia.

Inovasi Berpusat pada Komunitas

Yang terpenting, Sonorus tidak hanya membangun teknologi dalam ruang hampa. Menyadari bahwa layanan kesehatan dibangun atas dasar kepercayaan, para pendiri berkonsultasi langsung dengan komunitas yang ingin mereka layani, seperti kelompok Pribumi Australia dan Kepulauan Pasifik.

Dengan melibatkan komunitas-komunitas ini dalam proses pembangunan, Sonorus bertujuan untuk memastikan alat-alat mereka sensitif secara budaya, mudah digunakan, dan—yang paling penting—dipercaya oleh orang-orang yang paling membutuhkannya.

Masa Depan Perawatan Kardiovaskular

Meskipun fokus saat ini hanya pada RHD, potensi teknologi ini jauh lebih luas. Karena algoritme AI sangat skalabel, Sonorus membayangkan masa depan di mana satu pengujian akustik sederhana dapat menyaring berbagai macam penyakit katup.

“Kami memulai dengan penyakit jantung rematik… dan dari sana, kami ingin beralih ke penyakit katup lainnya juga.”

Kesimpulan
Dengan memanfaatkan AI untuk “mendengar” apa yang tidak bisa didengar manusia, Sonorus mengubah diagnosis penyakit jantung dari operasi reaktif menjadi pencegahan yang proaktif dan terjangkau. Jika berhasil, teknologi ini dapat menutup kesenjangan dalam pemerataan layanan kesehatan global, dan menangkap pembunuh diam-diam sebelum mereka menyerang.