Instagram Memperluas Tindakan Keras terhadap Konten Tidak Asli pada Foto dan Korsel

7

Instagram secara signifikan memperketat aturannya terhadap agregator konten, memperluas pedoman orisinalitas ketatnya dari Reels untuk menyertakan postingan foto dan carousel. Pergeseran kebijakan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan pencipta asli dengan memastikan bahwa akun yang terutama memposting ulang karya orang lain—tanpa menambahkan nilai kreatif yang signifikan—dihapus dari platform rekomendasi.

Aturan Baru untuk Orisinalitas

Inti dari pembaruan ini adalah perbedaan yang jelas antara kreasi asli dan agregasi pasif. Berdasarkan pedoman yang direvisi, sebuah akun akan dianggap tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan rekomendasi jika akun tersebut hanya mengunggah konten yang dibuat oleh orang lain tanpa memberikan “masukan kreatif yang berarti”.

Yang terpenting, Instagram telah mengklarifikasi apa yang tidak dihitung sebagai karya asli:
* Cukup menambahkan batas pada gambar.
* Mengkredit pencipta asli dalam keterangan.
* Memposting ulang konten dengan sedikit atau tanpa perubahan.

Agar memenuhi syarat sebagai konten asli, konten harus berupa sesuatu yang diambil, dirancang, atau diedit secara material oleh pengguna. Hal ini memastikan bahwa algoritme memprioritaskan pembuat konten yang menginvestasikan waktu dan upaya untuk memproduksi materi unik, dibandingkan pembuat konten yang sekadar mengkurasi tren yang ada.

Perubahan Apa yang Terjadi pada Pengguna?

Penting untuk diperhatikan bahwa kebijakan ini memengaruhi penemuan, bukan tindak lanjut langsung. Cara Instagram menampilkan konten dari akun yang Anda ikuti tetap tidak berubah. Jika Anda mengikuti akun agregator, Anda masih akan melihat postingan mereka di feed Anda. Namun, akun ini tidak akan muncul lagi di bagian “Disarankan”, halaman Jelajahi, atau slot rekomendasi lainnya tempat biasanya diperoleh audiens baru.

Untuk akun yang ditandai sebagai tidak memenuhi syarat, jalur untuk diaktifkan kembali sangatlah mudah namun memerlukan upaya yang konsisten. Agregator dapat memeriksa status akun mereka untuk mengetahui pembaruan dan mendapatkan kembali kelayakan jika sebagian besar postingan mereka selama periode 30 hari dianggap asli. Hal ini menciptakan insentif yang kuat bagi pengguna untuk beralih dari pengeposan ulang yang mudah ke pembuatan konten asli.

Mengapa Ini Penting bagi Platform

Langkah ini mencerminkan tren industri yang lebih luas dalam melindungi ekonomi kreator. Saat platform media sosial bersaing untuk mendapatkan perhatian pengguna, nilai konten unik dan berkualitas tinggi menjadi hal yang terpenting. Dengan menurunkan prioritas agregator, Instagram berupaya untuk:

  1. Reward Creators: Pastikan penulis asli menerima visibilitas dan potensi peluang monetisasi yang layak untuk karya mereka.
  2. Meningkatkan Pengalaman Pengguna: Kurangi kejenuhan konten berulang dalam umpan penemuan, sehingga menawarkan materi yang lebih beragam dan autentik kepada pengguna.
  3. Mendorong Keaslian: Dorong pengguna ke alat yang memfasilitasi pembagian yang sah, seperti fitur “posting ulang” yang baru-baru ini diperkenalkan, yang memberi kredit pada pengirim asli sekaligus mengizinkan pembagian muncul di profil pengguna.

Insight Utama: Platform ini beralih dari model yang menoleransi kurasi pasif menjadi model yang secara aktif memberikan insentif pada kreasi aktif dan atribusi yang tepat.

Kesimpulan

Perluasan pedoman orisinalitas Instagram menandakan langkah tegas untuk memprioritaskan pembuat konten autentik dibandingkan agregator konten. Dengan menghapus akun yang banyak melakukan repost dari algoritme rekomendasi, platform ini bertujuan untuk mengembangkannya